Info: Daftar Museum di Jogja yang Wajib Dikunjungi

Museum adalah salah satu tempat untuk memaknai sejarah dan mengenal budaya negara sendiri. Museum sebenarnya menjadi target wisata outing anak SD. Sudah seharusnya anak-anak ditanamkan tentang sejarah dan budaya bangsa sendiri. Anak-anak SD akan mendapatkan banyak pengetahuan karena terjun langsung ke lapangan. Belajar sambil berwisata tidak pernah keliru. Sebab, pada dasarnya ketika berwisata, juga belajar. Berwisata artinya belajar.
Anak diusia sekolah dasar adalah anak yang sedang pada puncak penasaran akan hal-hal yang baru. Dengan berwisata museum anak jadi tahu banyak hal yang tidak semua mereka peroleh di dalam kelas. Jogja adalah kota yang menyimpan banyak museum. Museum yang bernilai sejarah dan pendidikan dapat dikunjungi untuk menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya. Berikut 5 musuem yang wajib dikunjungi beserta ulasan lengkapnya:

  1. Museum Ullen Sentalu
    Museum Ullen Sentalu (sumber: http://www.indonesia-tourism.com/)

    Museum yang menyimpan seni dan budaya jawa dapat dijumpai di Jogja. Museum Ullen Sentalu menjadi tempat kunjungan SD di Jogja untuk mengenal lebih dalam tentang budaya Jawa. terletak di Jl. Boyong, Kaliurang yang tidak jauh dari Gunung Merapi. Museum ini terdiri dari beberapa ruang yang menyimpan barang-barang adat Jawa. Ruang Senidan Gamelan yang menyimpan gamelan, Guwo Selo Giri yang berisi  lukisan-lukisan para tokoh Dinasti Mataram, Kampung Kumbang yang berisi koleksi batik dan syair, dan dua ruang pameran outdoor yaitu Ruang Sasana Sekar dan Koridor Letja Randa.
  2. Museum Kereta Kraton
    Museum Kereta Keraton (sumber: https://www.indonesiakaya.com/)

    Museum Kereta Kraton adalah satu-satunya museum yang dimiliki oleh Kraton Yogyakarta. Letak musuem ini yaitu di Jl. Rotowijayan, dekat dengan Alun-Alun Utara. Koleksi yang terdapat dalam musuem ini berusia bermacam-macam. Ada yang puluhan hingga ratusan tahun silam. Setiap kereta di musuem ini diberi nama keraton masing-masing. Pada setiap tanggal 1 Suro/ 1 Muharram, kereta-kereta koleksi museum ini dimandikan. Ritual ini biasa disaksikan oleh masyarakat umum.
  3. Museum Benteng Vredeburg
    Museum Benteng Vredeburg (sumber: http://www.visitingjogja.com/)

    Museum Benteng Vredeburg terletak di titik nol km kota Jogja. Vredeburg dikelilingi oleh bangunan-bangunan kuno yang bersejarah seperti Gedung BI, Gedung BNI 1946, Kantor Pos dan beberapa bangunan lainnya. Karena lokasinya yang strategis, Museum Vredeburg selalu ramai dikunjungi wisatawan. Museum Vredeburg dahulunya bernama "Museum Rustenberg" dibangun pada tahun 1976. Di dalam museum ini terdapat beberapa diorama-diorama yang mengilustrasikan perjuangan pada masa sebelum kemerdekaan sampai Orde Baru. Koleksi bersejarah lain seperti lukisan-lukisan dan barang-barang bersejarah lain juga memenuhi museum ini.
  4. Museum Batik
    Museum Batik (sumber: http://www.yogya-backpacker.com/)

    Museum Batik dibangun pada 12 Mei 1977 atas prakarsa dari keluarga Hadi Nugroho. Koleksi batik yang ada di musuem ini snagat lengkap mulai dari Batik Jogja, Solo, Cirebon, Indramayu dan beberapa koleksi batik Nusantara lain. Koleksi Batik di sini sekitar 400 lembar dengan koleksi batik tertua yaitu pada tahun 1700. Alat-alat membatik juga lengkap di sini. Selain itu, di museum ini juga menyimpan koleksi sulaman tangan. Koleksi sulaman tanagn yang dimiliki Museum Batik mendapat beberapa penghargaan. Museum Batik berlokasi di Bausasran, Danurejan, Yogyakarta.
  5. Museum Perjuangan
    Museum Perjuangan (sumber: http://www.yogyatrip.com/)

    Museum untuk mengenang perjuangan Kebangkitan Nasional selama setengah abad yang ada di Yogyakarta yaitu Museum Perjuangan. Perjuangan para pahlawan digambarkan dengan patung-patung, relief dan foto-foto. Koleksi benda bersejarah ini mencapai 200 koleksi. Relief yang melengkapi dinding ini menceritakan beberapa sejarah penting di Indonesia seperti Budi Utomo, Muhammadiyah, Taman Siswa dan perjuangan para pahlawan. Relief menceritakan bagaimana perjuangan mereka mempertaruhkan jiwa dan raga.

Komentar